Sumenep, Rabu 7 Oktober 2026 | Vistara – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam banjir informasi dan maraknya hoaks di era digital. Ia menegaskan literasi harus menjadi fondasi utama untuk membangun pengetahuan, kreativitas, karakter, serta daya saing pelajar menghadapi tantangan masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Fauzi saat menghadiri Pekan Literasi 2026 SMAN 1 Sumenep. Menurutnya, kemampuan literasi tidak lagi sebatas membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengolah pengetahuan, serta menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
“Budaya literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, serta menyampaikan gagasan secara baik dan bertanggung jawab,” kata Bupati Fauzi, Rabu (7/10/2026).
Bupati Sumenep menilai perkembangan teknologi digital membawa peluang besar sekaligus tantangan serius bagi generasi muda.
“Di tengah derasnya arus informasi yang beredar setiap detik, pelajar dituntut memiliki kemampuan memilah informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan berpikir kritis menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda tidak menjadi korban disinformasi maupun penyebaran hoaks yang semakin marak di berbagai platform digital.
“Para pelajar harus memanfaatkan kemajuan teknologi untuk belajar dan berkarya, supaya menjadi generasi yang cerdas dalam menerima informasi, tidak mudah percaya begitu saja, dan mampu menggunakan media digital untuk hal-hal yang produktif,” tegasnya.
Achmad Fauzi menekankan bahwa masa depan Kabupaten Sumenep sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang saat ini masih berada di bangku sekolah.
“Karena itu, budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan menghasilkan karya harus menjadi kebiasaan sehari-hari di lingkungan pendidikan,” tandasnya.
Fauzi menyebut sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi sejak dini guna mencetak generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Saya berharap kegiatan Pekan Literasi 2026 mampu menjadi pemantik semangat baru bagi pelajar untuk terus meningkatkan minat baca dan kemampuan berkarya,” ucapnya.
Menurutnya, generasi yang memiliki budaya literasi kuat akan lebih siap menghadapi perubahan zaman serta menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
“Para pelajar hendaknya gemar membaca, berani menulis, kritis dalam berpikir dan kreatif dalam berkarya demi membangun Kabupaten Sumenep semakin maju,” pungkasnya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menilai penguatan budaya literasi menjadi salah satu investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul yang mampu menghadapi tantangan revolusi digital sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa depan. (Fawaid)





