PAMEKASAN, Senin, 12 Oktober 2026 | Vistara- Persoalan stunting pada anak masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Data Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga (SIGIZI Kesga) per September 2026 mencatat sebanyak 1.212 balita mengalami stunting dari total 50.899 balita yang telah diukur.
Temuan tersebut menyoroti pentingnya perbaikan pola asuh, pemenuhan kebutuhan gizi, serta edukasi orang tua dalam mencegah gangguan pertumbuhan anak sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, dr. Saifudin, M.Si., menyebut pola asuh yang kurang tepat menjadi salah satu faktor dominan yang berkontribusi terhadap stunting. Praktik pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) terlalu dini dan tidak sesuai prinsip gizi seimbang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan.
Menurutnya, pemahaman orang tua mengenai pemberian makanan yang sesuai usia dan kebutuhan gizi anak perlu terus diperkuat agar pertumbuhan balita dapat berlangsung optimal.
Dinas Kesehatan Pamekasan pun melakukan sejumlah langkah intervensi melalui edukasi dan pendampingan kepada keluarga. Salah satunya dengan memberikan konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) di posyandu, pondok bersalin desa (polindes), serta puskesmas.
“Memberikan konseling menyusui dan ASI eksklusif serta mengoptimalkan kelas ibu hamil dan balita,” kata Saifudin, Senin (12/10/2026).
Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga mengenai praktik menyusui, pemberian makanan pendamping, serta pemenuhan kebutuhan gizi anak pada masa pertumbuhan.
Selain edukasi, penanganan juga dilakukan melalui mekanisme rujukan bagi balita yang ditemukan mengalami gizi buruk. Anak dengan kondisi tersebut dapat dirujuk untuk memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis, termasuk pemberian Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK).
“Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan masalah gizi pada anak, terutama bagi balita yang membutuhkan intervensi medis lebih lanjut,” pungkasnya.
Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan keluarga dan tenaga kesehatan secara berkelanjutan. Edukasi pola asuh, praktik pemberian makan yang tepat, pemantauan pertumbuhan melalui posyandu, serta penanganan dini terhadap masalah gizi menjadi aspek penting untuk mendukung tumbuh kembang anak di Pamekasan.





